Jakarta, blessedbeyondwords.com – Beberapa waktu lalu, saat saya meliput sebuah festival kuliner di Jakarta, saya melihat satu antrean yang tidak pernah berhenti mengular sejak pagi: booth yang menjual Es Krim Klepon. Dari jauh, saya sudah bisa mencium wangi gula merah yang legit bercampur aroma pandan yang lembut. Dan ketika saya akhirnya berhasil mencicipi satu cup, saya langsung paham kenapa dessert ini menjadi salah satu fenomena kuliner paling ramai dibicarakan.
Rasanya seperti memakan klepon versi modern—lebih lembut, lebih dingin, lebih playful, tetapi tetap membawa nostalgia jajanan pasar yang akrab di lidah kita sejak kecil. Perpaduan tekstur dan rasa itu membuat saya merenung sejenak: bagaimana jajanan tradisional bisa dihidupkan kembali melalui bentuk yang sama sekali berbeda?
Dalam artikel panjang ini, saya akan membawa kamu menyelami Es Klepon dari berbagai sisi: sejarah klepon sebagai jajan pasar, bagaimana versi es krim ini muncul, bagaimana rasanya, dan mengapa dessert ini begitu digemari oleh generasi modern. Ditulis dengan gaya naratif ala jurnalis kuliner, artikel ini memuat insight, pengalaman lapangan, serta detail-detail menarik yang mungkin belum kamu ketahui.
Klepon: Jajanan Klasik yang Menjadi Inspirasi Dessert Modern

Sebelum memahami es krim klepon, kita harus kembali ke asalnya: klepon. Jajanan pasar satu ini sudah menjadi bagian dari identitas kuliner Jawa dan Bali selama puluhan tahun. Bentuknya kecil, bulat, berwarna hijau pandan, dan di dalamnya tersembunyi gula merah cair yang meledak manis ketika digigit.
Ketika saya berbincang dengan salah satu pedagang jajanan pasar di Solo, ia berkata, “Klepon itu sederhana, tapi selalu bikin orang rindu.” Dan saya rasa itu benar adanya.
Klepon memiliki elemen-elemen rasa yang kuat:
-
wangi pandan
-
manis gula merah
-
tekstur kenyal dari ketan
-
taburan kelapa parut
Elemen inilah yang membuatnya mudah bertransformasi menjadi versi modern.
A. Mengapa Klepon Mudah Diadaptasi?
Karena profil rasanya sangat lengkap:
-
aroma
-
tekstur
-
manis
-
gurih
-
lembut
Tidak banyak jajanan yang memiliki unsur “nostalgia + eksplorasi rasa” seperti klepon.
Lahirnya Es Krim Klepon: Kreasi Kuliner yang Viral di Media Sosial
Fenomena Es Krim Klepon berawal dari tren dessert fusion di berbagai kota besar, khususnya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Banyak pelaku bisnis kuliner mencoba menggabungkan makanan tradisional dengan teknik modern untuk menarik minat Gen Z dan milenial yang sangat aktif di media sosial.
Es Klepon adalah salah satu kreasi yang sukses.
A. Peran Media Sosial
Video review, konten food vlog, hingga foto es klepon yang estetik membuat menu ini cepat menyebar. Dalam hitungan minggu, dessert ini menjadi trending.
Saya ingat bagaimana sebuah kedai kecil di Bandung tiba-tiba viral hanya karena satu video TikTok yang menampilkan es klepon mereka dengan topping gula merah yang dituang seperti caramel drizzle.
B. Kemunculan di Festival Kuliner
Es Krim Klepon kerap jadi bintang di festival makanan. Dari UMKM lokal hingga brand besar ikut merilis versinya masing-masing.
C. Mengapa Viral?
Karena ia menawarkan:
-
nostalgia masa kecil
-
rasa yang sangat familiar
-
pengalaman makan baru
-
tampilan instagrammable
-
perpaduan tradisi dan modernitas
Rasa Es Krim Klepon: Perpaduan yang Unik, Lembut, dan Bikin Ketagihan
Sebagai jurnalis kuliner, saya tidak hanya mencicipi, tetapi mengamati detail rasa dan struktur es krim klepon dari beberapa versi yang berbeda.
A. Elemen Rasa Utama
1. Rasa Pandan yang Lembut
Pandan menjadi karakter utama. Tidak terlalu kuat, tetapi cukup untuk memberikan “aroma Indonesia” yang khas.
2. Manis Legit Gula Merah
Biasanya dihadirkan dalam bentuk:
-
swirl gula merah
-
saus gula merah
-
potongan kecil karamel gula merah
Saat gula merah yang meleleh di lidah bertemu dinginnya es krim, sensasinya sungguh menarik—hangat dan dingin dalam satu gigitan.
3. Tekstur Creamy dengan Sentuhan Tradisional
Walaupun creamy, sebagian versi menambahkan:
-
kelapa parut panggang
-
mochi pandan kecil
-
biskuit kelapa
Hasilnya: creamy + chewy + crunchy.
4. Kesan Juicy ala Klepon
Beberapa versi menambahkan isian gula merah cair di dalam bola es krim sehingga sensasi “klepon meledak” tetap ada.
B. Es Krim Klepon vs Klepon Asli
Klepon asli: kenyal, hangat, manis meledak.
Es Krim Klepon: creamy, dingin, lembut, dan sedikit aromatik.
Dua-duanya punya daya tarik berbeda, tetapi tetap serumpun.
Cara Membuat Es Krim Klepon: Resep Premium yang Digemari di Kedai-Kedai Modern
Saya sempat berbincang dengan seorang chef dessert dari Bali yang pernah membuat es klepon untuk turis. Berikut proses pembuatannya secara garis besar:
Bahan Dasar Es Krim:
-
santan (memberi rasa gurih alami)
-
susu full cream
-
gula pasir
-
ekstrak pandan
-
kuning telur
-
sedikit garam
-
kelapa parut sangrai
Bahan Pelengkap:
-
saus gula merah cair
-
mochi pandan
-
crispy coconut
-
saus susu
Cara Membuatnya:
1. Membuat Base Es Krim
Santan, susu, gula, dan pandan dimasak perlahan. Kuning telur ditambahkan untuk membuat teksturnya creamy.
2. Menambahkan Kelapa Parut Sangrai
Memberikan aroma khas jajanan pasar.
3. Pendinginan + Churning
Base dimasukkan ke mesin es krim dan dikocok hingga lembut.
4. Menambahkan Gula Merah Swirl
Gula merah cair dimasukkan pada tahap akhir agar membentuk pola swirl yang cantik.
5. Tambahkan Topping
Mochi, kelapa, atau bahkan taburan tepung ketan panggang.
Chef itu berkata, “Kunci es krim klepon yang enak ada pada keseimbangan pandan dan gula merah. Kalau salah satu dominan, rasanya akan aneh.”
Variasi Es Krim Klepon: Dari Versi Premium hingga Versi Rumahan
Tren ini menghasilkan berbagai variasi yang menarik.
A. Es Krim Klepon Premium ala Cafe
Ciri-cirinya:
-
tekstur sangat creamy
-
swirl gula merah tebal
-
topping modern (biskuit kelapa, mochi, marshmallow pandan)
-
plating cantik
Biasanya dijual Rp25.000–Rp45.000.
B. Es Krim Klepon Versi Rumahan
Lebih sederhana, memakai:
-
santan
-
pasta pandan
-
saus gula merah sederhana
Namun rasanya tetap lezat dan cocok untuk hidangan keluarga.
C. Es Krim Klepon Vegan
Menggunakan:
-
santan full fat
-
oat milk
-
gula kelapa
-
tanpa telur
Teksturnya lebih ringan, tetapi tetap kaya aroma.
D. Es Krim Klepon Popsicle
Versi stik yang lebih segar dan cocok untuk anak-anak.
Anekdot Pengunjung: Mengapa Es Krim Klepon Punya Ikatan Emosional dengan Banyak Orang?
Saat meliput festival kuliner, saya bertemu seorang perempuan muda dari Makassar yang berkata:
“Waktu kecil, nenek sering bikin klepon tiap sore. Pas aku makan es krim klepon ini, rasanya kayak nostalgia tapi versi modern.”
Ada pula seorang turis asing yang berkata bahwa es klepon adalah “the perfect way to taste Indonesian flavors in a fun way”.
Semua cerita itu menggarisbawahi satu hal:
Es krim klepon menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Mengapa Es Krim Klepon Jadi Favorit Generasi Modern?
Berikut beberapa alasan yang saya rangkum dari banyak wawancara:
A. Terasa Nostalgis
Cita rasa klepon mengingatkan pada jajanan masa kecil.
B. Instagrammable
Tampilan swirl hijau dan gula merah sangat cantik difoto.
C. Fusion yang Berhasil
Tradisi + modern = rasa unik dan familiar.
D. Harga Terjangkau
Cocok untuk pelajar hingga pekerja.
E. Cocok untuk Cuaca Tropis Indonesia
Es krim + rasa tradisional = kombinasi yang tepat.
Kesimpulan: Es Krim Klepon adalah Bukti bahwa Kuliner Tradisional Bisa Terus Hidup dengan Cara Baru
Setelah mencicipi berbagai versi es krim klepon dan berbincang dengan banyak pelaku kuliner, saya memahami bahwa hidangan ini bukan sekadar dessert viral. Ia adalah wujud kreativitas kuliner Indonesia yang terus berkembang.
Es klepon mengajak kita merayakan identitas kuliner nusantara dalam bentuk yang baru, lembut, dan menyenangkan. Ia menghubungkan rasa masa kecil dengan presentasi modern. Membuat generasi muda terus mengenal makanan tradisional, tetapi dalam bentuk yang lebih relevan dengan gaya hidup mereka.
Pada akhirnya, es klepon bukan hanya makanan. Ia adalah inovasi. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah rasa tradisional bisa melewati generasi, mengubah bentuk, dan tetap dicintai.
Baca Juga Konten Dengan Artikel Terkait Tentang: Food
Baca Juga Artikel Dari: Donat Kentang: Perpaduan Lembut, Manis, dan Nostalgia yang Selalu Menggoda Lidah
