JAKARTA, blessedbeyondwords.com – Cumi hitam selalu berhasil menarik perhatian pecinta kuliner. Warnanya yang pekat seakan menyimpan misteri, sementara rasa khasnya mampu memberikan sensasi berbeda dari olahan seafood lain. Ketika pertama kali mencicipi cumi hitam, aroma lautnya yang khas dan teksturnya yang lembut langsung meninggalkan kesan mendalam.
Saya pernah berada di sebuah restoran kecil di pesisir kota yang terkenal dengan menu seafood-nya. Saat chef menghidangkan spaghetti cumi hitam, saya tidak bisa menahan rasa penasaran. Warna hitam pekat yang menyelimuti pasta membuatnya terlihat dramatis, tapi begitu dicicipi, rasa gurih, sedikit asin, dan aroma laut yang alami berpadu sempurna.
Cumi hitam bukan hanya soal rasa. Visualnya yang unik membuat hidangan ini sering dijadikan pilihan untuk menu yang “Instagramable” di kalangan anak muda. Keunikan itu membawa pengalaman makan menjadi lebih dari sekadar mengisi perut; ia menjadi pengalaman estetis dan sensorik.
Sejarah dan Popularitas Cumi Hitam

Cumi hitam telah lama digunakan dalam masakan tradisional di berbagai budaya, terutama di Asia dan Eropa Selatan. Di Italia, tinta cumi digunakan untuk membuat pasta dan risotto, memberikan rasa dan warna yang khas. Di Asia Tenggara, cumi hitam biasanya dimasak dengan saus pedas atau digoreng tepung untuk menonjolkan rasa alami seafood.
Salah satu cerita menarik datang dari seorang koki yang mengatakan bahwa dahulu cumi hitam dianggap “makanan orang kaya” karena proses penangkapannya yang lebih sulit dan rasanya yang dianggap eksklusif. Kini, dengan teknologi pendinginan dan distribusi yang lebih baik, cumi hitam menjadi lebih mudah dijangkau, namun tetap memiliki nilai eksklusif tersendiri.
Tidak hanya di restoran mewah, cumi hitam kini mulai hadir di warung seafood pinggir jalan, dengan cara olah yang lebih sederhana namun tetap menggoda. Misalnya cumi hitam goreng tepung dengan saus sambal kecap yang membuat hidangan terasa familiar namun tetap istimewa.
Teknik Memasak Cumi Hitam Agar Maksimal
Memasak cumi hitam membutuhkan ketelitian. Salah satu rahasia agar teksturnya tetap lembut adalah memasaknya dengan waktu yang tepat. Overcooking bisa membuat cumi menjadi keras dan kenyal berlebihan. Biasanya, teknik memasak cepat dengan panas sedang hingga tinggi, seperti stir-fry atau sauté, mampu mempertahankan kelembutan dan rasa alami.
Tinta cumi sendiri sering digunakan sebagai saus. Saat saya mencoba membuat risotto tinta cumi di rumah, saya menyadari pentingnya menyeimbangkan rasa asin dan gurih dari tinta dengan bahan lain seperti bawang putih, kaldu, dan sedikit mentega. Kesalahan kecil bisa membuat hidangan terasa terlalu pekat atau amis.
Selain itu, persiapan cumi juga penting. Membersihkan cumi secara menyeluruh, termasuk bagian tinta dan insangnya, menjadi langkah awal yang menentukan kualitas hidangan. Saya pernah mencoba membuat menu cumi tanpa membersihkan bagian-bagian tertentu, dan hasilnya terasa terlalu kuat aromanya, mengingatkan saya bahwa detail kecil sangat berpengaruh.
Resep Kreatif Mengolah di Rumah
Salah satu resep favorit yang mudah dicoba adalah cumi saus pasta. Mulai dengan menumis bawang putih dan cabai, lalu masukkan tinta cumi, tambahkan cumi yang telah dipotong-potong, dan aduk cepat agar tinta tercampur rata. Sajikan di atas spaghetti al dente, beri sedikit taburan peterseli dan perasan lemon untuk menyeimbangkan rasa.
Selain pasta, cumi hitam juga bisa dijadikan topping pizza untuk sensasi baru. Saya pernah melihat seorang chef muda menghidangkan pizza dengan lapisan tipis tinta cumi, potongan cumi goreng tepung, dan taburan keju mozzarella. Hasilnya bukan hanya lezat, tapi juga visualnya membuat pengunjung penasaran sebelum mencicipi.
Untuk variasi lokal, cumi hitam bisa dimasak dengan bumbu tradisional seperti sambal kecap atau gulai cumi. Teknik memasak lama, seperti merebus dengan santan dan rempah, juga memberikan rasa unik yang berbeda dari olahan cepat. Setiap teknik membawa karakter tersendiri, dan memungkinkan pecinta kuliner menyesuaikan sesuai selera.
Tips Menikmati Cumi Hitam dan Menggabungkan dengan Menu Lain
Menikmati cumi tidak harus rumit. Cukup padukan dengan nasi putih hangat atau roti panggang untuk menyerap saus tinta yang kaya rasa. Beberapa orang suka menambahkan sayuran segar seperti zucchini atau paprika untuk memberikan tekstur renyah yang kontras dengan kelembutan cumi.
Saya pernah mencoba menu cumi dengan salad hijau dan dressing ringan. Perpaduannya ternyata menyegarkan, aroma laut tetap terasa, tapi tidak terlalu berat di lidah. Ini menunjukkan bahwa cumi hitam fleksibel untuk berbagai gaya sajian, dari berat hingga ringan.
Selain itu, penting untuk memperhatikan porsi tinta. Terlalu banyak bisa membuat rasa hidangan terlalu pekat, sedangkan terlalu sedikit akan mengurangi karakteristik unik cumi hitam. Keseimbangan adalah kunci.
Bagi penggemar kuliner yang suka tantangan, mencoba menu fusion cumi hitam seperti burger cumi atau risotto dengan tambahan seafood lain bisa menjadi petualangan rasa yang menyenangkan. Pengalaman seperti ini bukan hanya memuaskan lidah, tetapi juga menambah wawasan tentang kreativitas kuliner.
Manfaat dan Keistimewaan Nutrisi
Cumi hitam juga kaya nutrisi. Kandungan protein tinggi dan lemak sehat menjadikannya pilihan baik untuk diet seimbang. Tinta cumi sendiri mengandung antioksidan yang dipercaya memberikan manfaat tambahan, meski konsumsi berlebihan tetap harus dihindari.
Bagi mereka yang memperhatikan kesehatan kulit, beberapa studi menunjukkan bahwa protein dan mineral dalam cumi dapat membantu menjaga elastisitas kulit. Jadi, menikmati cumi hitam tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga bisa mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Selain itu, makan cumi bersama keluarga atau teman bisa menjadi pengalaman sosial yang menyenangkan. Hidangan ini cenderung menimbulkan rasa penasaran karena visualnya unik, dan sering menjadi bahan obrolan ringan sekaligus momen bonding yang hangat.
Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Food
Baca Juga Artikel Berikut: Soto Ceker: Kisah Hangat dari Kuah Gurih yang Bikin Ketagihan
