JAKARTA, blessedbeyondwords.com – Prancis dikenal sebagai negara dengan warisan kuliner yang luar biasa kaya. Steak Frites menjadi salah satu hidangan paling ikonik yang lahir dari dapur bistro Paris dan kini dicintai di seluruh dunia. Perpaduan daging sapi yang dipanggang sempurna dengan kentang goreng renyah menciptakan kombinasi yang sulit ditolak oleh siapa pun.
Hidangan sederhana namun elegan ini membuktikan bahwa kesempurnaan kuliner tidak selalu membutuhkan bahan yang rumit atau teknik yang berlebihan. Steak Frites mengandalkan kualitas bahan terbaik dan teknik memasak yang tepat untuk menghasilkan cita rasa yang memanjakan lidah.
Bagi pecinta daging yang ingin membawa suasana bistro Prancis ke rumah, artikel ini akan membahas semua hal penting mulai dari sejarah, pemilihan bahan, hingga teknik memasak yang menghasilkan hidangan layak restoran bintang lima.
Sejarah Steak Frites dari Bistro Paris

Steak Frites memiliki akar sejarah yang dalam di budaya kuliner Prancis dan Belgia. Kedua negara sama-sama mengklaim sebagai tempat kelahiran hidangan legendaris ini, meskipun versi modern lebih identik dengan bistro Prancis.
Perjalanan sejarah hidangan daging klasik ini:
- Kentang goreng pertama kali populer di Belgia pada abad ke-17
- Prancis mengadopsi kentang goreng setelah Revolusi Prancis
- Bistro Paris mulai menyajikan kombinasi steak dan kentang goreng pada abad ke-19
- Hidangan ini menjadi menu wajib di setiap bistro dan brasserie
- Era Belle Epoque mempopulerkan steak frites ke kalangan menengah
- Setelah Perang Dunia II hidangan ini menyebar ke seluruh Eropa
- Amerika mengenal steak frites melalui restoran Prancis di New York
- Kini menjadi comfort food yang tersedia di hampir setiap negara
Menariknya, steak frites dulunya dianggap sebagai makanan sederhana untuk kelas pekerja. Para pekerja di pasar dan pabrik sering menyantap hidangan ini sebagai makan siang yang mengenyangkan dengan harga terjangkau.
Memilih Potongan Daging Terbaik untuk Steak Frites
Kualitas daging menjadi faktor utama yang menentukan kelezatan steak frites. Pemilihan potongan yang tepat akan menghasilkan tekstur dan rasa yang optimal sesuai selera.
Jenis potongan daging yang cocok untuk hidangan ini:
- Ribeye atau rib eye memiliki marbling lemak yang menghasilkan rasa gurih
- Sirloin menawarkan keseimbangan antara lemak dan daging yang baik
- Tenderloin atau filet mignon sangat empuk namun kurang berlemak
- New York strip memiliki tekstur padat dengan lemak di pinggir
- Bavette atau flank steak populer di bistro tradisional Prancis
- Entrecote adalah pilihan klasik yang sering digunakan di Prancis
- Onglet atau hanger steak memberikan rasa beefy yang kuat
- Ketebalan ideal sekitar 2 hingga 3 sentimeter
- Pilih daging dengan warna merah cerah dan lemak putih
- Daging berumur atau aged beef memberikan rasa lebih kompleks
Untuk pengalaman paling mendekati bistro Paris, bavette atau entrecote menjadi pilihan yang direkomendasikan. Namun sirloin yang lebih mudah ditemukan di Indonesia juga memberikan hasil yang sangat memuaskan.
Bahan Lengkap untuk Membuat Steak Frites
Kesederhanaan bahan menjadi ciri khas steak frites yang mengandalkan kualitas daripada kuantitas. Setiap komponen harus dipilih dengan cermat untuk hasil terbaik.
Daftar bahan yang dibutuhkan untuk hidangan lengkap:
- Daging sapi potongan pilihan seberat 200 hingga 250 gram per porsi
- Kentang jenis russet atau idaho sebanyak 400 gram
- Mentega tawar berkualitas baik sekitar 50 gram
- Minyak goreng dengan titik asap tinggi seperti canola atau sunflower
- Garam laut kasar atau fleur de sel untuk finishing
- Merica hitam yang baru digiling
- Bawang putih utuh sebanyak 2 siung
- Thyme segar beberapa tangkai
- Rosemary segar satu tangkai
- Minyak zaitun untuk marinasi ringan
Beberapa chef menambahkan compound butter dengan campuran herba untuk disajikan di atas steak panas. Mentega beraroma ini mencair perlahan dan menambah dimensi rasa yang luar biasa pada hidangan.
Teknik Persiapan Daging Sebelum Dimasak
Persiapan yang benar menjadi langkah krusial untuk menghasilkan steak dengan tingkat kematangan yang sempurna. Kesalahan di tahap ini bisa mempengaruhi hasil akhir secara signifikan.
Langkah persiapan daging yang harus dilakukan:
- Keluarkan daging dari kulkas 30 hingga 60 menit sebelum dimasak
- Biarkan daging mencapai suhu ruangan agar matang merata
- Keringkan permukaan daging dengan paper towel hingga benar-benar kering
- Permukaan kering menghasilkan searing yang sempurna
- Olesi tipis dengan minyak zaitun jika diinginkan
- Bumbui dengan garam dan merica tepat sebelum memasak
- Jangan menusuk daging dengan garpu karena mengeluarkan cairan
- Siapkan semua peralatan dan bahan sebelum mulai memasak
- Panaskan pan atau grill hingga sangat panas
- Pastikan exhaust atau ventilasi dapur bekerja dengan baik
Membumbui daging terlalu awal bisa menarik kelembaban keluar dan mengganggu proses searing. Namun beberapa chef profesional justru membumbui sehari sebelumnya untuk hasil yang lebih intens.
Cara Memasak Steak dengan Tingkat Kematangan Sempurna
Teknik memasak steak membutuhkan perhatian terhadap waktu dan suhu yang tepat. Setiap tingkat kematangan memiliki karakteristik berbeda yang disukai oleh penikmat yang berbeda pula.
Panduan memasak daging berdasarkan tingkat kematangan:
- Rare dengan suhu internal 49 hingga 51 derajat Celsius berwarna merah di tengah
- Medium rare pada suhu 54 hingga 57 derajat dengan warna pink kemerahan
- Medium mencapai suhu 60 hingga 63 derajat dengan pink di tengah
- Medium well pada suhu 65 hingga 68 derajat dengan sedikit pink
- Well done di atas 70 derajat tanpa warna pink sama sekali
- Gunakan pan besi cor atau cast iron yang sudah sangat panas
- Masukkan daging dan jangan digerakkan selama 3 hingga 4 menit
- Balik sekali saja untuk sisi lainnya
- Tambahkan mentega, bawang putih, dan herba di menit terakhir
- Basting dengan mentega yang sudah meleleh dan beraroma
Istirahatkan daging selama 5 menit setelah diangkat dari pan. Proses resting ini memungkinkan cairan terdistribusi merata sehingga steak tetap juicy saat dipotong.
Rahasia Membuat Kentang Goreng Renyah ala Prancis
Kentang goreng atau frites yang sempurna memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Teknik double frying menjadi kunci untuk mencapai hasil seperti di restoran profesional.
Langkah membuat kentang goreng sempurna:
- Kupas kentang dan potong memanjang dengan ketebalan seragam
- Rendam dalam air dingin minimal 30 menit untuk menghilangkan pati
- Keringkan kentang dengan sangat teliti sebelum menggoreng
- Panaskan minyak hingga suhu 150 derajat Celsius untuk goreng pertama
- Goreng kentang selama 5 hingga 7 menit hingga lunak tapi belum kecoklatan
- Angkat dan tiriskan lalu diamkan minimal 15 menit
- Panaskan minyak hingga 190 derajat untuk goreng kedua
- Goreng kembali selama 2 hingga 3 menit hingga golden dan renyah
- Tiriskan dan taburi garam selagi panas
- Sajikan segera karena kentang goreng terbaik saat baru matang
Beberapa bistro di Prancis menggoreng kentang dalam lemak bebek untuk rasa yang lebih kaya. Meskipun tidak sesehat minyak nabati, hasilnya memang memberikan dimensi rasa yang berbeda dan lebih tradisional.
Saus Pendamping yang Cocok untuk Steak Frites
Saus yang tepat dapat meningkatkan pengalaman menyantap steak frites ke level yang lebih tinggi. Prancis memiliki beberapa saus klasik yang secara tradisional disajikan bersama hidangan ini.
Pilihan saus yang sering menemani hidangan klasik ini:
- Bearnaise sauce dengan tarragon dan shallot yang creamy
- Sauce au poivre atau saus merica dengan brandy dan cream
- Beurre maitre d hotel mentega dengan parsley dan lemon
- Chimichurri untuk sentuhan Amerika Latin yang segar
- Garlic aioli atau mayones bawang putih untuk kentang
- Dijon mustard klasik yang pedas dan tajam
- Red wine reduction dengan jamur shallot
- Blue cheese sauce untuk yang menyukai rasa kuat
- Salsa verde dengan herba segar
- Truffle butter untuk kemewahan ekstra
Tradisi Prancis biasanya menyajikan steak frites dengan saus bearnaise atau sauce au poivre. Namun tidak ada aturan baku dan setiap orang bebas bereksperimen sesuai selera.
Cita Rasa dan Tekstur Steak Frites yang Sempurna
Menyantap steak frites yang dimasak dengan benar adalah pengalaman kuliner yang memuaskan. Setiap komponen memberikan kontribusi unik terhadap keseluruhan hidangan.
Karakteristik hidangan yang sempurna:
- Bagian luar steak memiliki crust yang caramelized dan beraroma
- Interior daging juicy dengan warna sesuai tingkat kematangan
- Tekstur daging empuk dan mudah dipotong dengan pisau
- Rasa beefy yang kuat dengan hint dari mentega dan herba
- Kentang goreng renyah dengan suara crack saat digigit
- Bagian dalam kentang lembut seperti mashed potato
- Keseimbangan rasa antara asin dari garam dan gurih dari lemak
- Aroma menguar yang menggugah selera sebelum dimakan
- Suhu penyajian harus panas agar pengalaman optimal
- Kombinasi tekstur crispy dan tender dalam satu suapan
Pengalaman menikmati steak frites semakin sempurna dengan segelas red wine yang tepat. Pilihan klasik seperti Bordeaux atau Burgundy melengkapi richness dari daging dan kentang.
Tips Penyajian Steak Frites ala Bistro
Presentasi yang tepat menambah nilai estetika dan pengalaman bersantap. Bistro Prancis memiliki cara tersendiri dalam menyajikan hidangan kebanggaan mereka ini.
Cara menyajikan hidangan dengan gaya bistro:
- Gunakan piring oval atau bulat berwarna putih polos
- Letakkan steak di satu sisi dengan kentang di sisi lain
- Tuang saus di samping bukan di atas steak
- Tambahkan mentega compound di atas steak panas
- Garnish dengan daun parsley atau watercress segar
- Sajikan kentang dalam wadah terpisah jika porsi besar
- Sediakan pisau steak yang tajam untuk memotong
- Letakkan serbet kain untuk kesan mewah
- Tambahkan small salad sebagai penyeimbang rasa
- Sajikan segera selagi semua komponen masih panas
Suasana juga berperan penting dalam pengalaman menyantap steak frites. Musik jazz lembut dan pencahayaan temaram bisa membawa atmosfer bistro Paris ke ruang makan rumah.
Variasi Modern Steak Frites dari Berbagai Negara
Hidangan klasik ini telah mengalami berbagai adaptasi di berbagai negara sesuai dengan selera dan bahan lokal. Setiap variasi membawa keunikan tersendiri yang memperkaya khazanah kuliner dunia.
Versi steak frites dari berbagai belahan dunia:
- Amerika menyajikan dengan ukuran porsi lebih besar dan loaded fries
- Argentina menggunakan chimichurri dan potongan asado
- Jepang mengadaptasi dengan wagyu dan wasabi butter
- Australia populer dengan kangaroo steak sebagai alternatif
- Belgia mempertahankan tradisi dengan frites dalam cone kertas
- Brasil menyajikan dengan farofa dan vinaigrette
- Korea menambahkan gochujang butter sebagai twist
- Italia menggunakan tagliata dengan rucola dan parmesan
- Meksiko menambahkan salsa dan guacamole
- Indonesia bisa mengadaptasi dengan sambal matah
Kreativitas dalam mengadaptasi hidangan klasik menunjukkan bahwa kuliner terus berkembang. Namun menghargai versi tradisional tetap penting untuk memahami esensi sebenarnya dari steak frites.
Kesalahan Umum Saat Membuat Steak Frites di Rumah
Beberapa kesalahan sering dilakukan oleh home cook yang membuat hasil kurang maksimal. Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan kualitas hidangan secara signifikan.
Hal yang harus dihindari saat memasak:
- Memasak daging langsung dari kulkas yang masih dingin
- Tidak mengeringkan permukaan daging sebelum memasak
- Menggunakan pan yang tidak cukup panas
- Terlalu sering membalik atau menggerakkan daging
- Tidak mengistirahatkan daging setelah dimasak
- Memotong daging segera setelah diangkat dari pan
- Menggoreng kentang yang masih basah atau lembab
- Tidak melakukan double frying untuk kentang
- Menumpuk kentang terlalu banyak saat menggoreng
- Membumbui kentang saat sudah dingin
Kesabaran menjadi kunci dalam memasak steak frites. Terburu-buru di setiap tahap akan menghasilkan daging yang keras atau kentang yang lembek.
Wine Pairing yang Tepat untuk Steak Frites
Memilih wine yang cocok melengkapi pengalaman menikmati steak frites. Prinsip dasar pairing membantu menemukan kombinasi yang harmonis antara makanan dan minuman.
Rekomendasi wine untuk menemani hidangan:
- Cabernet Sauvignon dengan tannin kuat cocok untuk ribeye berlemak
- Merlot yang lebih lembut pas untuk sirloin atau tenderloin
- Malbec dari Argentina memberikan rasa fruity yang menyeimbangkan
- Syrah atau Shiraz dengan karakter spicy melengkapi sauce au poivre
- Bordeaux blend menjadi pilihan klasik yang tidak pernah salah
- Burgundy Pinot Noir untuk daging yang lebih lean
- Chateauneuf du Pape memberikan kompleksitas yang menarik
- Barolo Italia untuk pengalaman yang lebih intens
- Rioja Spanyol sebagai alternatif yang terjangkau
- Zinfandel untuk yang menyukai wine dengan body penuh
Suhu penyajian wine juga penting untuk pengalaman optimal. Red wine sebaiknya disajikan pada suhu 16 hingga 18 derajat Celsius agar karakternya terasa sempurna.
Kesimpulan
Steak Frites merupakan hidangan klasik yang membuktikan keindahan kuliner sederhana dari dapur bistro Prancis. Perpaduan daging sapi berkualitas yang dipanggang sempurna dengan kentang goreng renyah menciptakan kombinasi rasa dan tekstur yang sulit dilupakan. Dengan teknik yang tepat dan bahan terbaik, siapa pun bisa menghadirkan kelezatan setara restoran di meja makan rumah.
Memasak steak frites bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga tentang menghargai tradisi kuliner yang telah bertahan selama berabad-abad. Setiap gigitan membawa cerita tentang bistro ramai di sudut jalan Paris dan kegembiraan sederhana menikmati makanan bersama orang tercinta. Cobalah resep ini dan rasakan sendiri mengapa hidangan legendaris ini tetap dicintai hingga hari ini.
Jelajahi Artikel Lain yang Tak Kalah Menarik Tentang: Food
Baca juga artikel lainnya: Escargot: Panduan Lengkap Hidangan Bekicot Prancis
