JAKARTA, blessedbeyondwords.com — Odeng adalah salah satu ikon street food Korea Selatan yang selalu berhasil mencuri perhatian. Bentuknya sederhana, biasanya berupa lembaran fish cake yang ditusuk memanjang dengan tusukan kayu, lalu direbus dalam kuah kaldu ringan yang aromanya menenangkan. Meski terlihat simpel, odeng menyimpan cerita panjang tentang budaya makan orang Korea, kebiasaan menikmati makanan hangat di musim dingin, dan filosofi kuliner yang menekankan rasa alami tanpa ribet.
Di Indonesia, odeng sering muncul di drama Korea, variety show, hingga konten kuliner media sosial. Banyak orang jatuh cinta pada bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena suasana yang menyertainya. Bayangkan berdiri di pinggir jalan, uap panas mengepul dari panci besar, lalu menyeruput kuah dari gelas kertas. Sensasinya hangat di tangan, hangat di perut, dan hangat di hati.
Artikel ini akan membahas odeng secara lengkap, mulai dari sejarah singkatnya, bahan dan cara penyajian, hingga alasan kenapa jajanan satu ini cocok banget jadi comfort food. Dibahas dengan gaya santai dan ringan, pas untuk kamu yang suka kuliner dan cerita di balik makanan.
Odeng dan Cerita di Balik Street Food Korea
Odeng, atau sering juga disebut eomuk, sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Korea sejak lama. Makanan ini mulai populer setelah Perang Korea, ketika bahan makanan terbatas dan masyarakat mencari cara mengolah ikan menjadi makanan yang tahan lama, bergizi, dan mudah disajikan. Dari situlah fish cake ala Korea berkembang dan akhirnya dikenal luas sebagai.
Di jalanan Korea Selatan, penjual odeng hampir selalu hadir, terutama di musim gugur dan musim dingin. Gerobak sederhana dengan panci besar berisi kaldu anchovy dan rumput laut menjadi pemandangan yang akrab.bukan makanan mewah, tapi justru itulah daya tariknya. Semua orang bisa menikmati, dari pelajar, pekerja kantoran, sampai wisatawan.
Budaya makan odeng juga unik. Pembeli bisa memilih tusukan yang diinginkan, lalu minum kuahnya secara gratis sebagai pelengkap. Kuah ini bukan sekadar air rebusan, tapi bagian penting dari pengalaman makan. Rasanya ringan, sedikit asin, dan sangat comforting.
Bahan Dasar Odeng yang Sederhana tapi Berkarakter
Odeng terbuat dari adonan ikan yang dihaluskan, biasanya ikan pollock atau ikan putih lainnya. Daging ikan ini dicampur dengan tepung, bawang putih, bawang bombay, garam, dan bumbu ringan. Setelah itu, adonan dibentuk pipih atau digulung, lalu digoreng sebentar sebelum akhirnya direbus kembali dalam kuah.
Proses penggorengan ini penting karena memberi tekstur kenyal dan rasa gurih khas pada. Ketika direbus dalam kaldu, odeng menyerap rasa kuah tanpa kehilangan karakter aslinya. Inilah yang membuat terasa seimbang, tidak terlalu kuat tapi juga tidak hambar.

Kaldu odeng biasanya dibuat dari ikan teri kering dan rumput laut kombu. Kombinasi ini menghasilkan rasa umami alami yang lembut. Beberapa penjual menambahkan lobak atau daun bawang untuk aroma tambahan. Hasil akhirnya adalah kuah bening yang tampak sederhana, tapi punya rasa yang bikin ingin menyeruput lagi dan lagi.
Cara Menikmati yang Paling Nikmat
Menikmati odeng sebenarnya tidak butuh aturan khusus, tapi ada beberapa kebiasaan yang membuat pengalaman makan jadi lebih seru. Di Korea, orang biasanya memakan langsung dari tusukannya. Setelah menggigit fish cake yang kenyal dan hangat, mereka akan menyeruput kuahnya perlahan.
Odeng sering disantap sebagai camilan sore atau makanan pengganjal perut. Banyak juga yang menikmatinya sambil ngobrol santai dengan teman, atau sebagai teman jalan saat pulang kerja. Beberapa orang menambahkan saus sambal Korea atau mustard untuk memberi sentuhan rasa pedas dan asam.
Di luar Korea, odeng sering disajikan dengan variasi modern. Ada yang menambahkan keju, cabai, bahkan disajikan bersama tteokbokki. Meski begitu, versi klasik dengan kuah hangat tetap jadi favorit karena memberikan rasa autentik dan nostalgia.
Odeng dalam Budaya Pop dan Tren Kuliner
Popularitas odeng meningkat pesat seiring dengan maraknya budaya Korea di berbagai negara. Drama Korea sering menampilkan adegan makan di pinggir jalan, biasanya saat karakter sedang galau, lelah, atau butuh kehangatan. Adegan sederhana ini justru membuat penonton merasa dekat dan penasaran dengan rasanya.
Di media sosial, odeng sering muncul dalam konten mukbang dan review street food. Banyak kreator yang menggambarkan sebagai makanan sederhana tapi punya efek menenangkan. Hal ini membuat identik dengan comfort food yang bisa dinikmati kapan saja.
Di Indonesia sendiri, odeng mulai banyak dijual di restoran Korea maupun kedai jajanan. Beberapa penjual bahkan menyesuaikan rasa agar lebih cocok dengan lidah lokal, misalnya dengan kuah sedikit lebih gurih atau tambahan sambal pedas.
Kenapa Odeng Cocok Jadi Comfort Food
Odeng disebut sebagai comfort food bukan tanpa alasan. Makanan ini punya kombinasi rasa, tekstur, dan suhu yang pas untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Kuah hangatnya membantu mengusir dingin, sementara tekstur fish cake yang kenyal memberi sensasi mengenyangkan tanpa terasa berat.
Selain itu, odeng juga punya nilai emosional. Bagi orang Korea, mengingatkan pada perjalanan pulang di musim dingin, berhenti sejenak di gerobak pinggir jalan, dan menikmati waktu sederhana. Bagi penikmat K-drama, membawa imajinasi ke suasana jalanan Seoul yang ramai tapi hangat.
Odeng juga fleksibel. Bisa dimakan sendiri, bisa jadi pelengkap makanan lain, atau bahkan dijadikan menu utama ringan. Kesederhanaannya justru membuat mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Kesimpulan
Odeng bukan sekadar fish cake rebus biasa. Di balik bentuknya yang sederhana, menyimpan sejarah, budaya, dan kehangatan khas street food Korea. Rasanya yang ringan, kuahnya yang menenangkan, serta cara menikmatinya yang santai membuat pantas disebut sebagai salah satu ikon kuliner Korea.
Bagi pecinta kuliner, mencoba odeng berarti merasakan sisi lain dari makanan Korea yang tidak selalu pedas atau penuh bumbu kuat. hadir dengan rasa jujur dan pengalaman makan yang apa adanya. Itulah daya tarik utamanya. Jika kamu mencari jajanan hangat yang sederhana tapi berkesan, selalu jadi pilihan yang sulit ditolak.
Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang food
Simak ulasan mendalam lainnya tentang Taiyaki: Camilan Jepang yang Bikin Nostalgia Dalam Sekali Gigi
Klik tautan berikut untuk menuju website resmi GENGTOTO
