JAKARTA, blessedbeyondwords.com – Tidak banyak makanan yang menjadi identitas sebuah kota secara sepihak dan tidak terbantahkan. Namun philly cheesesteak melakukannya di Philadelphia. Menyebut Philadelphia kepada siapa pun di Amerika, dan pikiran mereka hampir pasti akan langsung pergi ke sandwich ini: daging sapi yang diiris sangat tipis, dimasak di atas pelat besi panas, lalu diletakkan dalam roti hoagie yang panjang bersama bawang yang karamel dan keju yang meleleh berlimpah.
Philly cheesesteak bukan sekadar sandwich. Ia adalah simbol kebanggaan kota, penanda loyalitas lokal, dan pengalaman kuliner yang hanya bisa dirasakan sepenuhnya di jalanan Philadelphia yang sesungguhnya.
Sejarah Philly Cheesesteak yang Dimulai dari Kebetulan

Philly cheesesteak diciptakan pada tahun 1930 oleh Pat Olivieri, seorang penjual hot dog di Philadelphia. Suatu hari, Olivieri membeli daging sapi murah dan memasaknya di atas gerobaknya untuk makan siangnya sendiri. Seorang pengemudi taksi yang melintas mencium aromanya dan meminta untuk dibeli.
Respon pengemudi taksi itu sangat positif sehingga Olivieri memutuskan untuk menambahkan daging sapi ke menunya. Keju baru ditambahkan kemudian oleh seorang manajer tokonya bernama Joe Lorenza sekitar tahun 1940-an. Selain itu, roti hoagie yang panjang menjadi standar karena kemampuannya menampung semua isian tanpa runtuh.
Perdebatan Abadi: Cheez Whiz atau Provolone?
Di Philadelphia, pertanyaan “wit or witout?” yang menanyakan apakah sandwich mau dilengkapi bawang atau tidak adalah sapaan pertama di counter. Namun perdebatan yang lebih sengit adalah soal keju. Cheez Whiz, keju olahan yang meleleh sempurna, adalah pilihan klasik yang paling autentik menurut banyak orang Philadelphia. Sebaliknya, provolone dan American cheese adalah alternatif yang juga sangat populer. Selain itu, masing-masing pilihan menghasilkan karakter rasa yang berbeda cukup signifikan.
Bahan-Bahan untuk Philly Cheesesteak
- Daging rib-eye yang dibekukan setengah lalu diiris sangat tipis hampir transparan sebagai bahan utama
- Roti hoagie atau roti baguette yang panjang dan padat, mampu menahan isian tanpa hancur
- Cheez Whiz, provolone, atau American cheese sebagai pilihan keju yang meleleh sempurna
- Bawang bombay yang diiris tipis dan dikaramelkan hingga manis dan lembut
- Paprika hijau dan merah iris tipis sebagai tambahan opsional yang banyak disukai
- Jamur iris tipis sebagai topping opsional yang memberikan earthiness
- Minyak atau mentega untuk memasak daging di atas pelat besi panas
- Garam dan merica sebagai bumbu yang sangat sederhana
Cara Membuat Philly Cheesesteak yang Autentik
- Bekukan daging rib-eye selama satu jam agar lebih mudah diiris sangat tipis. Iris menggunakan pisau tajam dengan ketebalan hampir transparan.
- Panaskan pelat besi atau wajan besi cor dengan api tinggi hingga sangat panas. Tambahkan sedikit minyak.
- Masak bawang bombay iris terlebih dahulu hingga karamel dan manis, sekitar 15 menit dengan api sedang. Sisihkan.
- Naikkan api kembali ke tinggi. Masak daging iris tipis dalam satu lapisan di atas pelat panas. Jangan diaduk terlalu sering agar daging bisa mengembangkan sedikit karamelisasi.
- Ketika daging hampir matang, kembalikan bawang ke atas daging, aduk rata, lalu bentuk menjadi gundukan seukuran roti. Letakkan keju di atas gundukan daging dan biarkan meleleh dengan api yang dikecilkan.
- Masukkan semua isian ke dalam roti hoagie yang sudah dipotong dari samping. Sajikan segera selagi semua masih sangat panas.
Cita Rasa yang Hanya Ada di Philadelphia
Philly cheesesteak yang autentik memiliki keseimbangan rasa fatcai99 yang sangat tepat. Daging yang tipis dan matang dengan sedikit karamelisasi di pinggirnya memberikan rasa yang kaya dan sedikit gurih. Bawang yang karamel menambahkan manis yang dalam. Selain itu, keju yang meleleh mengikat semua elemen menjadi satu kesatuan yang creamy dan sangat memuaskan.
Roti hoagie yang sedikit renyah di luar namun lembut di dalam menyerap semua jus daging dan keju yang meleleh, menjadikan setiap gigitan terasa lengkap dan penuh. Ini adalah sandwich yang tidak bisa dimakan setengah-setengah.
Pat’s vs Geno’s: Persaingan Legendaris di Philadelphia
Di Philadelphia, ada dua restoran yang sudah berdiri berhadapan di persimpangan yang sama selama puluhan tahun dan keduanya mengklaim sebagai tempat lahirnya philly cheesesteak yang sesungguhnya: Pat’s King of Steaks dan Geno’s Steaks. Pat’s adalah restoran yang didirikan oleh Pat Olivieri, sang pencipta, pada tahun 1930-an. Sementara itu, Geno’s didirikan oleh Joey Vento pada tahun 1966 tepat di seberang Pat’s, sebagai pesaing langsung yang tidak menyembunyikan ambisinya.
Perdebatan mana yang lebih baik adalah diskusi yang tidak pernah selesai di antara warga Philadelphia. Selain itu, perbedaan antara keduanya sebenarnya cukup halus. Pat’s menggunakan teknik memotong daging yang sedikit berbeda dari Geno’s, dan keduanya memiliki cara sendiri dalam menyajikan keju. Namun bagi wisatawan yang ingin pengalaman philly cheesesteak yang otentik, mengunjungi keduanya dalam satu kunjungan dan membandingkannya sendiri adalah aktivitas yang sangat direkomendasikan.
Mengapa Daging Harus Diiris Sangat Tipis
Ketipisan irisan daging adalah elemen yang paling sering diabaikan namun paling penting dalam philly cheesesteak. Daging yang diiris terlalu tebal tidak akan matang dan karamel dengan benar di atas pelat panas. Selain itu, irisan yang terlalu tebal juga menghasilkan tekstur yang sulit digigit, mengganggu aliran makan yang seharusnya mulus dan memuaskan.
Daging yang diiris setipis mungkin, hampir seperti lembaran kertas, matang hampir seketika di atas pelat besi panas dan mengembangkan karamelisasi yang memberikan rasa yang sangat berbeda dari daging yang sekadar matang. Oleh karena itu, membekukan daging terlebih dahulu sebelum memotongnya adalah teknik yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang ingin membuat philly cheesesteak yang benar-benar autentik.
Cheesesteak dalam Budaya Pop Amerika
Philly cheesesteak telah melampaui statusnya sebagai makanan lokal dan masuk ke dalam budaya pop Amerika yang lebih luas. Ia muncul dalam berbagai film, serial televisi, dan lagu yang berlatar Philadelphia. Bahkan para politisi yang berkunjung ke Philadelphia hampir selalu difoto sedang makan cheesesteak sebagai gestur penghargaan kepada kota tersebut. Selain itu, beberapa kali dalam sejarah politik Amerika, cara seseorang memesan cheesesteak telah menjadi bahan perbincangan publik yang mencerminkan betapa dalamnya makanan ini tertanam dalam identitas budaya Amerika.
Philadelphia Eagles, tim American football kebanggaan kota Philadelphia, memiliki hubungan yang sangat erat dengan philly cheesesteak dalam budaya kota ini. Kemenangan tim ini sering dirayakan dengan makan cheesesteak bersama, dan beberapa pemain legendaris Eagles bahkan memiliki tempat makan cheesesteak favorit mereka masing-masing yang menjadi bagian dari cerita tentang identitas kota. Selain itu, cheesesteak dan Eagles Football bersama-sama membentuk dua pilar identitas budaya Philadelphia yang paling dikenal di luar kota tersebut.
Penutup: Philly Cheesesteak, Ketika Kesederhanaan Menjadi Keistimewaan
Philly cheesesteak menggunakan bahan-bahan yang sangat sederhana. Namun dalam kesederhanaan itulah justru terletak kejeniusannya. Sebab tidak ada bahan yang berlebih, tidak ada teknik yang unnecessarily rumit, dan tidak ada upaya untuk terlihat mewah.
Selain itu, philly cheesesteak mengajarkan bahwa identitas kuliner yang paling kuat lahir dari kesederhanaan yang dieksekusi dengan sempurna, bukan dari kemewahan bahan atau kerumitan teknik. Oleh karena itu, ia akan selalu menjadi simbol Philadelphia yang tidak bisa digantikan oleh sandwich apapun yang lebih modern.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Beignets: Donat Goreng New Orleans yang Harum dan Menggoda
