JAKARTA, blessedbeyondwords.com – Coffin bread atau guancai bing dalam bahasa Mandarin adalah hidangan dengan nama yang paling dramatis di seluruh dunia kuliner Taiwan. Ia adalah sepotong roti toast tebal yang bagian tengahnya dikerok. Diisi dengan campuran seafood creamy yang sangat kaya, lalu ditutup kembali dengan potongan roti yang tadi diangkat. Selanjutnya, penampakannya memang sangat menyerupai peti mati kecil yang berisi sesuatu di dalamnya, dan itulah tepatnya mengapa nama itu dipilih.
Namun di balik nama yang sangat menggelitik itu tersimpan hidangan yang sangat mengenyangkan dan sangat memuaskan. Selain itu, creamy filling yang berisi campuran udang, ayam. Kentang, dan berbagai sayuran dalam saus putih yang sangat kaya. Dibungkus oleh roti yang dipanggang garing dari luar, adalah kombinasi yang sangat nyaman dan sangat lezat. Oleh karena itu, coffin bread adalah bukti bahwa orang Taiwan sangat pandai menciptakan hidangan yang tidak hanya enak. Juga sangat memorable dari segi nama dan penampilan.
Sejarah Coffin Bread di Tainan

Coffin bread adalah hidangan yang sangat identik dengan kota Tainan, salah satu kota paling tua di Taiwan yang dikenal sebagai ibu kota kuliner. Pertama, hidangan ini diciptakan oleh seorang dosen dari National Cheng Kung University bernama Xu Liu-Yi pada sekitar tahun 1940-an. Kedua, awalnya hidangan ini disebut sebagai pork liver toast karena isiannya yang original menggunakan hati babi dalam saus putih.
Selanjutnya, nama coffin bread sendiri muncul kemudian dari penampilan visualnya. Yang memang sangat mirip peti mati dengan tutup yang diletakkan kembali di atas roti. Selain itu, nama yang sangat tidak biasa itu justru menjadi daya tarik marketing yang sangat efektif. Setiap orang yang mendengarnya pasti penasaran dan ingin mencoba. Oleh karena itu, coffin bread adalah contoh branding kuliner yang sangat brilian. Yang lahir bukan dari strategi bisnis tetapi dari imajinasi yang sangat kreatif.
Coffin Bread dan Identitas Kuliner Tainan
Tainan adalah kota yang sangat bangga dengan warisan kulinernya yang sangat kaya. Pertama, kota ini dikenal menghasilkan lebih banyak hidangan ikonik per kapita daripada kota manapun di Taiwan. Termasuk oyster omelet, danbing, dan tentu saja coffin bread. Kedua, wisata kuliner ke Tainan hampir tidak pernah lengkap tanpa mengunjungi warung coffin bread yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Selanjutnya, tradisi kuliner Tainan yang sangat kaya ini menjadikan kota tersebut sebagai destinasi gastronomi. Yang sangat penting di Taiwan dan Asia. Selain itu, berbagai panduan perjalanan kuliner internasional selalu menempatkan Tainan sebagai kota dengan kuliner jalanan terbaik di Taiwan.
Bahan-Bahan untuk Coffin Bread
Untuk roti:
- Roti tawar tebal berukuran besar, idealnya dipotong setebal 4 hingga 5 sentimeter
- Minyak atau mentega untuk memanggang atau menggoreng roti
Untuk isian creamy seafood:
- Udang segar yang sudah dikupas sebagai protein seafood utama
- Ayam dada yang dipotong dadu kecil
- Kentang yang dipotong dadu kecil dan sudah direbus
- Wortel, buncis, dan jagung pipil untuk variasi sayuran
- Susu full cream sebagai dasar saus putih
- Tepung untuk roux yang mengentalkan saus
- Mentega untuk membuat roux
- Garam, merica putih, dan pala untuk bumbu saus
- Keju parut opsional untuk versi yang lebih kaya
Cara Membuat Coffin Bread
- Siapkan roti: potong roti tawar tebal dengan ukuran besar. Selanjutnya, dengan pisau tajam, buat sayatan di sekeliling permukaan atas roti tanpa memotong sampai ke bawah, tinggalkan sekitar 1 sentimeter dari tepi. Angkat bagian tengah roti yang tersayat untuk membuat rongga.
- Goreng roti dalam minyak panas atau panggang dalam oven bersuhu 200 derajat Celsius hingga berwarna keemasan dan sangat renyah. Selanjutnya, roti yang renyah di luar sangat penting agar tidak menjadi soggy ketika diisi.
- Buat saus putih creamy: lelehkan mentega, tambahkan tepung, masak sambil diaduk selama 2 menit. Tuang susu perlahan sambil terus diaduk hingga saus mengental.
- Masak udang, ayam, dan sayuran secara terpisah. Campurkan ke dalam saus putih yang sudah mengental. Bumbui dengan garam, merica, dan pala. Masak sebentar agar semua bahan meresap.
- Isi rongga roti yang sudah renyah dengan campuran isian creamy yang masih panas. Tutup dengan potongan roti yang tadi diangkat sebagai tutup coffin.
- Sajikan segera selagi roti masih sangat renyah dan isian masih sangat panas. Coffin bread tidak bisa ditunda karena roti akan cepat menjadi lunak dari uap isian.
Cita Rasa yang Sangat Kontras dan Sangat Memuaskan
Coffin bread adalah hidangan yang sangat memuaskan karena kontras yang sangat dramatis antara elemen-elemennya. Pertama, roti yang sangat renyah dan sangat gurih dari proses penggorengan memberikan landasan tekstur yang sangat memuaskan. Selanjutnya, isian creamy yang sangat lembut dan sangat kaya memberikan kontras yang sangat sempurna dengan kerenyahan roti. Kemudian, protein seafood yang sangat kenyal di dalam saus putih. Yang sangat smooth adalah perpaduan yang sangat nyaman dan sangat mengenyangkan. Selain itu, cara makan coffin bread yang harus membuka tutupnya terlebih dahulu seperti membuka peti mati sungguhan adalah pengalaman yang sangat menyenangkan secara teatrikal.
Coffin Bread di Luar Tainan
Coffin bread telah menjadi duta kuliner Tainan yang sangat berhasil. Misalnya, berbagai restoran Taiwan di seluruh dunia yang memasukkan coffin bread dalam menu mereka selalu mendapat respons yang sangat antusias. Namanya yang sangat unik. Selanjutnya, berbagai program perjalanan kuliner internasional yang mengunjungi Taiwan hampir selalu memasukkan coffin bread sebagai salah satu hidangan yang paling menarik untuk didokumentasikan. Selain itu, berbagai video viral tentang coffin bread yang menampilkan momen membuka tutup roti. Dan mengungkap isian creamy yang mengepul selalu mendapat jutaan penonton di berbagai platform media sosial.
Coffin bread juga terus menginspirasi berbagai kreasi kuliner yang sangat kreatif. Misalnya, berbagai variasi coffin bread dengan isian vegetarian yang menggunakan jamur. Tahu, dan sayuran dalam saus putih semakin populer untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak mengonsumsi seafood. Selanjutnya, versi mini coffin bread yang berukuran satu gigitan mulai muncul sebagai appetizer. Yang sangat populer di berbagai restoran modern Taipei. Selain itu, konsep roti yang diisi isian creamy yang terinspirasi dari coffin bread sudah diadaptasi oleh berbagai restoran di luar Taiwan dengan berbagai kreasi yang sangat menarik.
Penutup: Coffin Bread, Bukti bahwa Kreativitas Kuliner Tidak Mengenal Batas
Coffin bread mengajarkan bahwa kreativitas kuliner yang paling berhasil sering lahir dari sudut pandang yang paling tidak terduga. Sebab tidak ada yang menduga bahwa nama peti mati bisa menjadi daya tarik kuliner. Yang sangat kuat, namun itulah yang terjadi.
Selanjutnya, coffin bread mengajarkan bahwa inovasi kuliner tidak harus berasal dari teknik yang sangat canggih atau bahan yang sangat langka. Selain itu, kreativitas dalam penamaan dan presentasi bisa menjadi perbedaan antara hidangan yang dilupakan dan hidangan yang dirayakan.
Oleh karena itu, ketika mengunjungi Tainan, jadikan coffin bread sebagai salah satu prioritas. Karena dalam roti berbentuk peti mati yang menggemaskan itu tersimpan kreativitas. Sejarah, dan semangat kuliner Tainan yang sangat khas dan sangat tidak terlupakan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Bubble Tea: Minuman Boba Taiwan yang Menaklukkan Dunia dengan Cara yang Paling Menyenangkan
