JAKARTA, blessedbeyondwords.com – Di tengah banyaknya menu kopi susu di kedai kedai masa kini, ada satu minuman mungil yang sering luput dari perhatian. Namun minuman ini menyimpan rasa yang luar biasa. Piccolo latte adalah kopi kecil bertenaga besar yang memberi pengalaman minum berbeda dari kopi lainnya. Moreover, dalam gelas kecil berukuran 90 hingga 100 mililiter saja, tersembunyi paduan antara kopi pekat dan susu kukus yang sulit ditandingi.
Bagi pecinta kopi yang ingin rasa kuat tanpa harus minum segelas besar, piccolo latte hadir sebagai jawaban terbaik. In addition, minuman ini makin digemari di seluruh dunia. Piccolo latte mampu menampilkan rasa biji kopi secara lebih jelas dibanding latte berukuran penuh yang cenderung terlalu banyak susu.
Asal Usul Piccolo Latte dari Negeri Kanguru

Meskipun namanya berasal dari bahasa Italia dan berarti “kecil”, piccolo latte justru lahir di Australia. Bukan di Italia seperti yang banyak orang kira. Furthermore, kota Sydney dan Melbourne sama sama mengaku sebagai tempat lahir minuman mungil ini. Persaingan kopi antara dua kota itu masih berlangsung hingga sekarang.
Kisahnya bermula dari kebiasaan para barista yang perlu mencicipi hasil sangrai kopi setiap hari. For example, minum latte besar setiap kali coba sangrai baru tentu membuat perut penuh susu. Tubuh pun akan kebanjiran kafein sebelum tengah hari. Oleh karena itu, mereka membuat versi mini dari latte. Versi kecil ini memungkinkan mereka mencicipi kopi berulang kali tanpa efek berlebih.
However, meski lahir dari kebutuhan di balik meja bar, piccolo latte cepat menarik perhatian pelanggan. Para pengunjung melihat barista menikmati minuman mungil itu lalu ingin mencobanya juga. As a result, minuman ini masuk ke menu resmi dan menyebar ke seluruh Australia. Kini piccolo latte bisa ditemukan di kedai kopi New York, London, Tokyo, dan kota besar lainnya.
Mengenal Ristretto si Jantung Kopi Mungil Penuh Tenaga
Yang membedakan piccolo latte dari sekadar latte kecil adalah penggunaan ristretto sebagai dasarnya. Moreover, perbedaan ini sangat berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Ristretto membuat kopi mungil ini punya rasa yang benar benar khas dan berbeda dari kopi susu lainnya.
Ristretto dibuat dengan jumlah bubuk kopi yang sama seperti satu shot biasa. Namun air yang digunakan hanya setengahnya. Furthermore, waktu seduh yang lebih singkat sekitar 15 hingga 20 detik menghasilkan kopi pekat bervolume 15 hingga 20 mililiter. Karena waktu kontak air dengan kopi sangat pendek, rasa pahit tidak sempat keluar sepenuhnya.
As a result, ristretto punya rasa yang lebih kaya dan lembut dibanding shot biasa. Therefore, ketika dicampur dengan susu kukus dalam piccolo latte, tercipta minuman yang berani namun tetap halus di lidah. Tidak ada rasa pahit yang mengganggu di akhir tegukan.
Bahan dan Peralatan untuk Meracik Kopi Mungil Ini
Salah satu daya tarik utama piccolo latte adalah kemudahan dalam membuatnya. Furthermore, hanya perlu beberapa bahan pokok dan alat dasar untuk meracik minuman ini di dapur rumah.
Berikut bahan dan alat yang perlu disiapkan:
- Biji kopi sangrai medium hingga gelap untuk satu shot ristretto sekitar 20 hingga 30 mililiter
- Susu segar full cream sekitar 40 hingga 65 mililiter yang akan dikukus hingga lembut dengan sedikit busa halus
- Gelas kecil berukuran 85 hingga 114 mililiter sebagai wadah saji
- Mesin pembuat kopi dengan steam wand untuk hasil terbaik atau moka pot sebagai pengganti
- Pengocok susu manual jika tidak punya mesin dengan steam
In addition, untuk biji kopi, jenis campuran maupun single origin sama sama cocok. Biji dengan rasa cokelat, karamel, atau kacang memberi paduan terbaik dengan susu. However, biji sangrai terang dengan rasa buah dan asam sebaiknya dihindari. Rasa asam jadi kurang enak saat dicampur susu dalam porsi kecil.
Cara Membuat Minuman Kopi Ini Langkah demi Langkah
Proses pembuatan piccolo latte cukup cepat. Hanya butuh dua hingga tiga menit setelah semua alat siap. In addition, berikut panduan lengkap untuk menghasilkan satu gelas kopi piccolo yang sempurna.
- First, giling biji kopi hingga sangat halus seperti garam meja. Masukkan ke portafilter dengan takaran 18 hingga 20 gram.
- Second, tarik satu shot ristretto selama 15 hingga 20 detik. Hasilnya berupa cairan pekat dengan lapisan crema keemasan di atasnya.
- Third, kukus susu dingin dengan steam wand hingga suhu 55 hingga 65 derajat Celsius. Buat sedikit busa halus di bagian atas.
- Additionally, tuangkan ristretto ke gelas kecil yang sudah dihangatkan lebih dulu dengan air panas.
- Also, tuangkan susu kukus secara perlahan ke dalam gelas. Biarkan bercampur lembut dengan kopi dan membentuk warna yang cantik.
- Finally, biarkan sedikit busa susu di bagian paling atas sebagai sentuhan akhir. Sajikan segera selagi hangat.
Furthermore, jika tidak punya mesin kopi dengan steam wand, moka pot bisa jadi pengganti yang cukup baik. For example, untuk mengocok susu tanpa steam wand, panaskan susu di panci kecil. Lalu kocok dengan pengocok manual atau masukkan ke toples tertutup dan goyangkan kuat hingga berbusa.
Rasa Piccolo Latte yang Khas dan Berbeda dari Kopi Lainnya
Piccolo latte memberi pengalaman minum yang khas. Rasio kopi terhadap susu lebih tinggi dibanding latte biasa. Moreover, tegukan pertama langsung membawa rasa kopi yang tegas dan berani. Susu tidak menutupi rasa kopi sama sekali.
Susu kukus yang lembut kemudian menyusul di bagian tengah dan belakang lidah. Furthermore, susu ini meredam rasa kopi dan membuat keseimbangan yang sangat enak. Busa halus di atasnya menambah kelembutan yang membuat setiap tegukan terasa mewah. Padahal porsinya kecil dan ringkas.
In addition, karena volumenya mungil, setiap bagian rasa dalam piccolo latte terasa lebih jelas di mulut. Rasa cokelat, kacang, atau karamel dari biji kopi akan terasa lebih nyata. Therefore, minuman ini jadi pilihan utama bagi penikmat kopi yang ingin merasakan rasa asli biji kopi mereka.
Perbedaan Piccolo Latte dengan Kopi Susu Lainnya
Banyak orang masih bingung membedakan piccolo latte dengan kopi susu lainnya. Tampilannya memang sekilas tampak mirip. Moreover, memahami perbedaan ini akan membantu memilih kopi yang paling cocok dengan selera.
Berikut perbandingan piccolo latte dengan kopi susu lainnya:
- Latte biasa disajikan di gelas 230 mililiter dengan susu jauh lebih banyak sehingga rasa kopi lebih ringan
- Cappuccino punya busa yang lebih tebal dan kering serta disajikan di gelas 142 hingga 170 mililiter
- Cortado memakai dua shot kopi dengan perbandingan satu banding satu terhadap susu tanpa busa berlebih
- Macchiato hanya pakai beberapa tetes susu di atas satu shot kopi sehingga rasa kopi sangat kuat
- Flat white disajikan di gelas lebih besar dengan susu kukus halus tanpa busa tebal
Therefore, piccolo latte menempati posisi yang unik di antara semua kopi susu tersebut. Additionally, minuman ini berada tepat di tengah antara macchiato yang sangat kuat dan latte yang sangat lembut. Piccolo latte menawarkan paduan pas bagi yang ingin rasa kopi tetap jelas tanpa kehilangan sentuhan susu.
Kandungan Gizi dan Manfaat Memilih Kopi Mungil Ini
Selain soal rasa, piccolo latte juga punya keunggulan dari sisi gizi harian. Moreover, ukurannya yang kecil membatasi kalori yang masuk ke tubuh. Ini jauh lebih baik dibanding minum latte atau cappuccino ukuran besar.
Satu sajian piccolo latte dengan susu segar full cream mengandung sekitar 40 hingga 55 kalori saja. Furthermore, jumlah ini jauh lebih rendah dibanding latte besar yang bisa mencapai 150 hingga 200 kalori. Lemaknya juga rendah, hanya sekitar 2 hingga 3 gram per sajian. Sementara itu, kandungan protein dari susu sekitar 2 hingga 3 gram.
In addition, bagi yang ingin kalori lebih rendah lagi, ganti susu segar dengan susu rendah lemak atau susu nabati. For example, piccolo latte dari susu kedelai hanya mengandung sekitar 28 kalori per sajian. As a result, minuman mungil ini cocok bagi yang ingin hidup sehat namun tetap menikmati kopi susu enak setiap hari.
Ragam Piccolo Latte Kreatif untuk Dicoba di Rumah
Meski versi asli piccolo latte sudah sangat nikmat, ada beberapa ragam menarik yang bisa dicoba. Moreover, berkreasi dengan kopi di rumah justru menjadi bagian paling seru dari budaya kopi masa kini.
Berikut beberapa ragam piccolo latte yang layak dicoba:
- Piccolo latte dengan susu oat yang memberi rasa lebih manis dan tekstur yang sangat creamy
- Piccolo latte karamel dengan sedikit sirup karamel buatan sendiri untuk sentuhan manis yang hangat
- Piccolo latte vanila dengan setetes perisa vanila alami untuk aroma harum tanpa mengubah rasa kopi
- Piccolo latte es yang dibuat dengan menuang ristretto di atas es batu lalu ditambah susu dingin
Additionally, taburan bubuk kayu manis atau cokelat di atas busa susu bisa menambah aroma yang menarik. However, perlu diingat bahwa keindahan piccolo latte terletak pada hal yang sederhana. Penambahan rasa sebaiknya secukupnya saja agar tidak menutupi rasa asli kopi yang jadi bintang utama di gelas mungil ini.
Kesimpulan
Piccolo latte telah membuktikan bahwa ukuran kecil tidak berarti rasa yang kecil. Moreover, di balik gelas mungil ini tersimpan paduan kopi dan susu yang begitu pas. Rasanya memuaskan dan membuat minuman ini digemari di seluruh dunia.
Furthermore, dengan bahan yang mudah didapat dan proses yang cepat, piccolo latte bisa diracik di rumah oleh siapa pun. Tidak perlu jadi barista handal untuk membuatnya. Therefore, bagi yang belum pernah mencoba, inilah saatnya ambil gelas terkecil di lemari. Siapkan biji kopi terbaik lalu racik satu gelas kecil penuh rasa. Piccolo latte bukan sekadar kopi mungil biasa. Minuman ini adalah bukti bahwa hal terbaik memang sering hadir dalam kemasan paling sederhana.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Einspanner Kopi Wina PWVIP4D Bertabur Krim yang Kini Viral
