JAKARTA, blessedbeyondwords.com –Bissara adalah sup yang paling merakyat di Maroko. Ia adalah puree kacang fava atau kacang ful yang sudah direndam, direbus, dan dihaluskan menjadi sup yang sangat kental dan sangat hangat. Kemudian disiram minyak zaitun yang berlimpah, ditaburi jintan bubuk dan paprika, dan disajikan bersama roti Maroko yang segar. Selanjutnya, harganya yang sangat terjangkau dan kemampuannya mengenyangkan dalam waktu yang sangat singkat menjadikannya makanan favorit para pekerja dan siapa pun yang butuh sarapan yang hangat di pagi hari yang dingin. Di kota-kota Maroko selama musim dingin, penjual bissara dengan panci besar. Yang mengepul di tepi jalan adalah pemandangan yang sangat familiar dan sangat mengundang. Selain itu, aroma minyak zaitun dan jintan yang mengepul dari mangkuk bissara. Yang baru disajikan adalah salah satu aroma paling menenangkan yang bisa ditemukan di jalanan Maroko. Oleh karena itu, bissara adalah hidangan yang sangat kecil penampilanya namun sangat besar maknanya.
Sejarah Bissara dalam Tradisi Kuliner Maroko

Bissara adalah makanan yang sudah ada dalam tradisi kuliner Mediterania dan Afrika Utara selama ribuan tahun. Pertama, kacang fava atau Vicia faba adalah salah satu tanaman budidaya paling tua. Yang dikenal oleh peradaban manusia, dengan catatan penggunaan yang sudah ada sejak zaman Mesir Kuno dan peradaban Mediterania kuno lainnya. Kedua, di Maroko, kacang fava sudah menjadi bahan makanan pokok yang sangat fundamental jauh sebelum pengaruh kuliner Arab atau Berber membentuk masakan Maroko modern.
Selanjutnya, bissara adalah contoh paling baik dari masakan rakyat Maroko yang lahir dari kebutuhan dan keterbatasan. Menghasilkan sesuatu yang sangat lezat dan sangat bergizi. Selain itu, penggunaan minyak zaitun yang berlimpah sebagai topping bukan sekadar tradisi estetis. Juga cara yang sangat cerdas untuk menambahkan kalori dan lemak baik yang sangat dibutuhkan dalam cuaca dingin.
Bissara sebagai Street Food Musim Dingin
Di kota-kota utara Maroko seperti Fes, Chefchaouen, dan Tangier, bissara adalah street food yang paling ikonik selama musim dingin. Pertama, para penjual bissara mulai berjualan sangat pagi. Bahkan sebelum matahari terbit, untuk melayani para pekerja yang butuh sarapan hangat sebelum memulai hari. Kedua, mangkuk keramik berisi bissara yang disirami minyak zaitun hijau dan ditaburi paprika merah adalah gambaran kuliner yang sangat indah dan sangat khas dari musim dingin Maroko. Selanjutnya, harga bissara yang sangat murah membuatnya bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Selain itu, tradisi makan bissara bersama di warung kecil adalah momen sosial yang sangat akrab dan sangat hangat.
Bahan-Bahan untuk Bissara
Bahan bissara sangat sederhana namun harus berkualitas baik.
- Kacang fava kering yang sudah dikupas kulitnya sebagai bahan utama
- Bawang putih dalam jumlah yang sangat banyak yang direbus bersama kacang
- Minyak zaitun extra virgin berkualitas baik dalam jumlah yang berlimpah
- Jintan bubuk sebagai rempah utama yang sangat khas
- Paprika manis atau paprika asap untuk warna dan rasa
- Garam secukupnya
- Air untuk memasak dan mengatur kekentalan
- Cabai merah opsional untuk versi yang lebih pedas
Cara Membuat Bissara
- Rendam kacang fava yang sudah dikupas dalam air dingin selama minimal empat jam atau semalaman. Selanjutnya, kacang yang sudah direndam akan memasak jauh lebih cepat dan menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
- Buang air rendaman dan masukkan kacang ke dalam panci bersama bawang putih yang banyak dan air segar yang cukup. Didihkan lalu kecilkan api dan masak selama 30 hingga 45 menit hingga kacang benar-benar sangat lunak.
- Haluskan kacang bersama bawang putih dan air rebusan menggunakan blender atau food processor hingga menjadi puree yang sangat halus dan sangat creamy. Selanjutnya, tambahkan air secukupnya untuk mendapatkan konsistensi yang tepat. Bissara yang autentik harus cukup kental untuk melapisi sendok namun masih bisa dituang.
- Kembali panaskan puree di atas api kecil sambil diaduk. Tambahkan garam dan sedikit jintan ke dalam puree itu sendiri.
- Tuang bissara ke dalam mangkuk yang sudah dipanaskan. Selanjutnya, siram dengan minyak zaitun yang sangat berlimpah tepat sebelum disajikan. Taburi jintan bubuk dan paprika di atasnya. Tambahkan sedikit cabai jika suka.
- Sajikan segera bersama roti Maroko yang segar. Bissara paling nikmat dimakan dengan cara mencocol roti ke dalam mangkuk.
Cita Rasa yang Hangat dan Sangat Memuaskan
Bissara adalah sup yang cita rasanya jauh lebih dalam dari penampilan sederhananya. Pertama, kacang fava yang sudah dihaluskan memiliki rasa yang earthy. Sedikit manis, dan sangat kaya yang tidak dimiliki oleh kacang lainnya. Selanjutnya, bawang putih yang direbus lama bersama kacang memberikan rasa yang sangat dalam. Tidak terlalu tajam karena proses perebusan yang panjang melembutkan karakter bawang putih mentah. Kemudian, minyak zaitun yang dituang berlimpah di atasnya memberikan kekayaan dan aroma fruity yang sangat mengangkat seluruh rasa. Selain itu, jintan dan paprika yang ditaburkan memberikan kehangatan rempah yang sangat khas Maroko.
Roti yang dicocol ke dalam puree kental yang berminyak zaitun adalah cara makan yang paling memuaskan dan paling autentik.
Bissara di Luar Konteks Musim Dingin
Meskipun paling identik dengan musim dingin, bissara sebenarnya sangat enak dinikmati kapan saja. Misalnya, versi yang lebih dingin dari bissara bisa disajikan sebagai dip atau celupan untuk sayuran segar dan roti pita, mirip dengan hummus dari Timur Tengah. Selanjutnya, beberapa restoran modern Maroko menyajikan bissara sebagai appetizer elegan dengan presentasi yang jauh lebih halus. Tetap mempertahankan esensi rasanya. Selain itu, bissara juga sangat baik sebagai sumber protein nabati yang kaya untuk mereka yang menjalani diet vegetarian atau vegan.
Bissara juga mendapat perhatian dari komunitas vegan dan vegetarian global yang mencari protein nabati yang lezat. Misalnya, berbagai blog memasak yang berfokus pada plant-based food mulai merekomendasikan bissara sebagai alternatif hummus yang sangat bergizi dan sangat mudah dibuat. Selanjutnya, kandungan protein dan serat yang sangat tinggi dari kacang fava menjadikan bissara pilihan yang sangat relevan dalam era yang semakin peduli pada gizi. Selain itu, ketersediaan kacang fava yang semakin mudah di berbagai toko kesehatan mendorong lebih banyak orang untuk mencoba membuatnya.
Penutup: Bissara, Kehangatan yang Tidak Mengenal Batas Kelas
Bissara mengajarkan pelajaran yang sangat berharga tentang kesetaraan dan aksesibilitas makanan. Sebab tidak ada hidangan yang terlalu sederhana untuk tidak layak dihargai. Bissara yang sangat murah dan sangat sederhana memberikan kehangatan, gizi, dan kepuasan yang sama kepada semua orang yang memakannya.
Selanjutnya, bissara mengajarkan tentang kecerdikan kuliner rakyat dalam menciptakan sesuatu yang sangat lezat dari bahan yang paling terjangkau. Selain itu, kacang fava dan minyak zaitun yang menjadi fondasi bissara adalah dua bahan yang sudah menghidupi peradaban Mediterania selama ribuan tahun.
Oleh karena itu, ketika udara terasa dingin dan butuh sesuatu yang menghangatkan dari dalam, ingatlah bissara. Karena dalam mangkuk sup kacang yang sederhana itu tersimpan kehangatan Maroko yang paling tulus dan paling tidak memandang siapa yang membutuhkannya.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Harcha: Roti Semolina Maroko yang Renyah, Buttery, dan Sangat Mengenyangkan
